Dumonduh.com - Husodo Angkosubroto merupakan seorang pengusaha sukses asal Indonesia yang dikenal atas kepemimpinannya dalam mengelola grup bisnis Gunung Sewu Kencana (GSK). Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini berkembang menjadi konglomerat besar dengan berbagai lini bisnis, termasuk sektor makanan, properti, asuransi, dan pertambangan.
Profil Singkat Husodo Angkosubroto
Nama Lengkap: Husodo Angkosubroto
Orang Tua: Dasuki Angkosubroto (Go Soei Kie)
Pekerjaan: Pengusaha, Chairman Gunung Sewu Kencana
Perjalanan Karier
Husodo Angkosubroto berasal dari keluarga pebisnis. Ayahnya, Dasuki Angkosubroto (Go Soei Kie), mendirikan Gunung Sewu Kencana (GSK) pada tahun 1953 sebagai perusahaan dagang komoditas. Seiring waktu, bisnis ini berkembang ke sektor pertanian dan properti, hingga menjadi salah satu konglomerat besar di Indonesia.
Husodo mulai bergabung dengan GSK pada tahun 1977 dan berperan aktif dalam memperluas jangkauan bisnis perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, GSK mengalami diversifikasi usaha yang semula berfokus pada perdagangan komoditas, hingga menjadi konglomerat yang memiliki berbagai sektor industri.
Setelah sang ayah meninggal dunia pada tahun 2009, Husodo mengambil alih kendali penuh atas GSK. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan semakin berkembang dengan memperkuat bisnis di sektor makanan dan agribisnis, properti, asuransi, manufaktur, serta pertambangan.
Salah satu pencapaian besar dalam kepemimpinannya adalah keberhasilan GSK dalam sektor agribisnis melalui kemitraannya dengan Great Giant Pineapple (GGP). Perusahaan ini mengelola lahan seluas 30.000 hektar di Lampung dan mampu mengolah sekitar 500.000 ton nanas per tahun untuk diekspor ke lebih dari 60 negara.
Selain agribisnis, GSK juga berkembang pesat dalam sektor properti dengan berbagai investasi di bidang real estate dan manajemen aset. Di sektor keuangan, GSK memiliki bisnis asuransi yang menawarkan berbagai produk perlindungan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki kepemilikan saham mayoritas sebesar 75% di perusahaan pertambangan batu bara Baramutiara Prima (BMP), anak usaha dari Cargill Tropical Palm PTE LTD.
Di bawah kepemimpinan Husodo, GSK tumbuh menjadi konglomerat multinasional dengan cakupan bisnis yang luas. Berkat strategi ekspansi dan diversifikasi bisnisnya, ia berhasil masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2021 dan 2025.
Fakta Menarik tentang Husodo Angkosubroto
Melanjutkan kepemimpinan GSK: Setelah wafatnya sang ayah pada tahun 2009, Husodo membawa Gunung Sewu Kencana ke tingkat yang lebih besar.
Transformasi bisnis keluarga: Berhasil mengembangkan GSK menjadi konglomerat yang mencakup berbagai sektor, termasuk makanan, properti, asuransi, dan pertambangan.
Ekspansi global: Mampu membawa bisnis GSK ke level internasional, terutama di sektor makanan dan agribisnis, dengan produk yang diekspor ke lebih dari 60 negara.
Kekayaan Husodo Angkosubroto
Pada tahun 2024, total kekayaan Husodo Angkosubroto diperkirakan mencapai USD 1,3 miliar atau sekitar Rp21,4 triliun. Angka ini menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia, menduduki peringkat ke-43 dalam daftar Forbes.
Sebelumnya, pada tahun 2021, ia menempati posisi ke-35 dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes, dengan kekayaan senilai USD 1,22 miliar atau sekitar Rp17,51 triliun (berdasarkan kurs Rp14.350 per USD pada saat itu).
Prestasi Husodo Angkosubroto
1977: Bergabung dengan Gunung Sewu Kencana (GSK).
2009: Mengambil alih kepemimpinan GSK setelah wafatnya sang ayah.
2021: Masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes, menduduki peringkat ke-35 dengan kekayaan USD 1,22 miliar.
2024: Kembali masuk daftar Forbes, menduduki peringkat ke-43 dengan kekayaan USD 1,3 miliar.
Husodo Angkosubroto terus menunjukkan kepiawaiannya dalam dunia bisnis dengan memperluas jaringan usaha dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia.
0Komentar