Dumonduh.com - Ci Mehong adalah seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang berasal dari Aceh. Ia dikenal luas di media sosial karena menjual berbagai jenis kue dengan harga tinggi.

Selain berbisnis kue, Ci Mehong juga sering disebut sebagai pedagang "palugada" (apa yang lu mau, gua ada), karena ia menawarkan beragam produk, termasuk bahkan lahan pemakaman.

Profil Ci Mehong

  • Nama Lengkap: Tjie Nofia Handayani

  • Nama Panggilan: Ci Mehong

  • Tempat, Tanggal Lahir: Aceh

  • Usia: 54 tahun

  • Agama: Kristen

  • Jumlah Anak: 4

  • Akun Media Sosial: @pikbakinghouse (TikTok dan Instagram)

  • Pekerjaan: Pengusaha

Perjalanan Hidup dan Karier

Sejak kecil, Ci Mehong sudah terbiasa berdagang untuk membantu membiayai sekolahnya. Pada tahun 1990, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai pegawai kantoran. Namun, setelah tiga tahun menikah, ia harus berhenti bekerja karena suaminya mengalami stroke dan koma. Setelah suaminya meninggal, ia menjadi satu-satunya pencari nafkah untuk keluarganya.

Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, ia memulai usaha kecil-kecilan dengan berjualan voucher pulsa dan membuka usaha fotokopi. Kemudian, ia beralih ke bisnis sayuran serta berbagai kebutuhan lainnya. Saat pandemi melanda, Ci Mehong mulai menjual kue dan membuka kursus memasak dengan nama PIK Baking House.

Ketika keterbatasan mobilitas masyarakat meningkat selama pandemi, ia mencari cara lain untuk tetap menjalankan bisnisnya, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Salah satu produk yang membuatnya viral adalah tanah kuburan di pemakaman elit San Diego Hills. Video promosi yang ia buat menarik perhatian banyak orang dan membuat namanya semakin dikenal.

Keunikan Ci Mehong dalam berjualan adalah kejujurannya. Pernah suatu kali ia menjual buah, tetapi justru menyarankan orang untuk tidak membelinya karena rasanya terlalu asam. Namun, jika ada yang tetap ingin mencoba, ia tetap menyediakan produk tersebut.

Selain kue seperti Lapis Legit dan Bika Ambon, yang dijual dengan harga premium, Ci Mehong juga memiliki usaha katering harian yang dikenal dengan nama @catering.pbh.

Fakta Menarik Ci Mehong

Beberapa hal menarik tentang Ci Mehong yang jarang diketahui publik antara lain:

  • Nama "Mehong" berasal dari istilah yang berarti "mahal" dalam bahasa gaul, mencerminkan harga jual produk-produknya yang premium.

  • Sering kali dikritik karena harga produknya yang dianggap terlalu tinggi.

  • Memasarkan dagangannya secara aktif melalui Instagram dan TikTok.

  • Kerap terlibat dalam kontroversi karena dinilai kurang menerima kritik.

  • Pernah mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Partai Perindo pada Pemilu 2024.

Kontroversi yang Pernah Dialami

  1. Review Kue oleh Shely Che
    Pada Januari 2025, seorang food reviewer bernama Shely Che membeli Bika Ambon dari toko Ci Mehong seharga Rp100 ribu. Dalam videonya, Shely mengaku menemukan serangga dalam kue tersebut, meskipun ia tetap mengapresiasi rasa kue yang tidak terlalu berminyak.

Sayangnya, reaksi Ci Mehong terhadap video tersebut memicu perdebatan. Ia membalasnya dengan emosi dalam siaran langsung di Instagram, menuduh ada pihak yang berusaha menjatuhkan bisnisnya. Respons tersebut justru menuai kritik dari audiens, yang kemudian mempertanyakan standar kebersihan tempat produksinya.

  1. Perseteruan dengan Tasyi Athasyia
    Tak lama setelah insiden dengan Shely Che, Ci Mehong kembali berseteru dengan influencer Tasyi Athasyia. Tasyi mengklaim bahwa Bika Ambon yang dibelinya memiliki tekstur keras dan mengandung benda mencurigakan. Namun, Ci Mehong membantahnya, menyatakan bahwa benda tersebut adalah sisa koran yang terbakar, bukan binatang.

Sikap defensif Ci Mehong kembali menuai kritik publik yang mempertanyakan profesionalismenya sebagai pedagang. Namun, kontroversi ini justru membuka jalan bagi dirinya untuk tampil dalam salah satu acara televisi ternama, di mana ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap ulasan negatif dari influencer.

Menariknya, beberapa pengikut Tasyi menemukan kejanggalan dalam video review tersebut. Setelah mendapatkan banyak tekanan, Tasyi akhirnya mengakui bahwa Bika Ambon yang dikritiknya sebelumnya telah disimpan di dalam kulkas, sehingga teksturnya menjadi keras.

Meskipun banyak kontroversi, Ci Mehong tetap dikenal sebagai pengusaha tangguh yang berhasil membangun bisnisnya dari nol dan menghidupi keluarganya dengan usahanya sendiri.