Pada awal tahun 2023, nama maskapai TransNusa mulai banyak diperbincangkan setelah memutuskan untuk membeli pesawat dari perusahaan asal Cina, Commercial Aircraft Corporation of China Ltd.
Maskapai ini diketahui telah mengakuisisi pesawat jet penumpang ARJ21-700 yang mampu menampung antara 78 hingga 97 orang.
Pesawat asal Cina tersebut rencananya akan digunakan TransNusa untuk melayani rute penerbangan domestik serta beberapa destinasi di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Singapura.
Keputusan ini menjadikan TransNusa sebagai maskapai pertama di Indonesia yang mengoperasikan pesawat buatan Cina.
Siapa Pemilik Maskapai TransNusa? TransNusa merupakan maskapai penerbangan asal Indonesia yang dikelola oleh PT TransNusa Aviation Mandiri, anak perusahaan dari Link Asia. Namun, kepemilikan individu atas maskapai ini masih belum diketahui secara pasti.
Maskapai ini mulai beroperasi pada Agustus 2005 dengan fokus utama melayani penerbangan domestik, khususnya ke kawasan timur Indonesia seperti Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara. Pusat operasionalnya berada di Bandara El Tari, Kupang.
Saat ini, TransNusa dipimpin oleh Bayu Sutanto sebagai Direktur Utama, dengan Leo Budiman menjabat sebagai direktur serta pemegang saham.
Perjalanan Bisnis TransNusa di Indonesia Sejak didirikan pada 2005, TransNusa terus mengalami perkembangan yang signifikan. Hingga kini, maskapai ini telah mengoperasikan sekitar 30 armada pesawat buatan Cina.
Berikut adalah tahapan penting dalam perjalanan bisnis TransNusa di Indonesia:
Tahun 2005
Pada awal berdirinya, TransNusa bekerja sama dengan Trigana Air Service untuk menyediakan rute penerbangan menuju Waingapu, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Selain itu, TransNusa juga menggunakan pesawat sewaan dari Pelita Air untuk penerbangan ke wilayah timur Indonesia.Tahun 2011
Di tahun ini, TransNusa memperoleh izin penerbangan niaga berjadwal, yang memungkinkan maskapai ini mengoperasikan rute secara teratur. Maskapai ini juga menerima Air Operator’s Certificate (AOC) dan menambah armadanya dengan pesawat ATR-72 serta ATR-42.Tahun 2014
TransNusa mulai memperoleh pengakuan internasional atas upayanya dalam industri penerbangan. Pada tahun ini, mereka menerima dua penghargaan dari pabrikan Fokker untuk kategori Keselamatan Operasional Armada di antara operator global lainnya.Tahun 2016-2017
Bisnis TransNusa semakin berkembang. Pada 2016, mereka menjalin kerja sama operasional dengan salah satu maskapai besar Indonesia, Sriwijaya Air. Memasuki 2017, maskapai ini melakukan restrukturisasi organisasi dan manajemen untuk meningkatkan efisiensi operasionalnya.Tahun 2019
Tahun ini menjadi tonggak sejarah bagi TransNusa dengan diperkenalkannya rute penerbangan internasional pertamanya, yakni Kupang-Dili (Timor Leste). Pada tahun yang sama, TransNusa mengoperasikan 26 rute dengan 8 armada pesawat jenis ATR.Tahun 2020-2023
Pada 2020, maskapai ini mulai memperluas layanannya ke Pulau Jawa. Selanjutnya, pada Desember 2021, TransNusa mengubah model bisnisnya menjadi maskapai berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC). Tahun 2022 menandai perubahan strategi lainnya, dengan fokus menjadi LCC yang menggunakan pesawat Airbus A320 terbaru.
Selain melayani penerbangan komersial, TransNusa juga menyediakan layanan tambahan seperti bagasi, kargo, penerbangan charter, serta asuransi perjalanan.
0Komentar