Etana (C2H6) dan etanol (C2H5OH) memiliki perbedaan sifat fisika yang signifikan karena perbedaan struktur dan ikatan antar molekulnya. Berikut beberapa perbedaannya:

  1. Titik Didih

    • Etana: Sekitar -89°C
    • Etanol: Sekitar 78°C
    • Alasan: Etanol memiliki gugus hidroksil (-OH) yang memungkinkan terbentuknya ikatan hidrogen antar molekul, sehingga membutuhkan lebih banyak energi untuk menguap dibandingkan etana, yang hanya memiliki gaya Van der Waals yang lemah.
  2. Kelarutan dalam Air

    • Etana: Tidak larut dalam air
    • Etanol: Sangat larut dalam air
    • Alasan: Gugus -OH pada etanol bersifat polar dan dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air, sementara etana bersifat nonpolar sehingga tidak dapat bercampur dengan air.
  3. Kepolaran Molekul

    • Etana: Nonpolar
    • Etanol: Polar
    • Alasan: Kehadiran gugus -OH pada etanol menyebabkan distribusi muatan yang tidak merata dalam molekul, membuatnya polar. Sebaliknya, etana hanya memiliki ikatan C-H dan C-C yang hampir tidak memiliki perbedaan keelektronegatifan, sehingga bersifat nonpolar.
  4. Massa Jenis

    • Etana: Lebih rendah (sekitar 0,546 g/L dalam bentuk gas pada STP)
    • Etanol: Lebih tinggi (sekitar 0,789 g/mL dalam bentuk cair pada suhu ruang)
    • Alasan: Etanol berbentuk cair pada suhu ruang karena ikatan hidrogen yang lebih kuat, sedangkan etana berbentuk gas dengan gaya tarik menarik antar molekul yang lemah.
  5. Tingkat Keterbakaran

    • Etana: Mudah terbakar, menghasilkan karbon dioksida dan air
    • Etanol: Juga mudah terbakar, tetapi dengan nyala lebih bersih karena mengandung oksigen dalam strukturnya
    • Alasan: Kedua senyawa ini merupakan hidrokarbon yang dapat mengalami reaksi pembakaran, tetapi etanol lebih mudah terbakar dalam kondisi tertentu karena lebih mudah bercampur dengan udara akibat kepolarannya.

Kesimpulannya, perbedaan sifat fisika etana dan etanol terutama disebabkan oleh keberadaan gugus hidroksil (-OH) pada etanol, yang menyebabkan ikatan hidrogen, meningkatkan titik didih, membuatnya lebih polar, dan lebih larut dalam air dibandingkan etana.